50 Tahun SMK Yudya Karya

PERJUANGAN 50 TAHUN
SMK YUDYA KARYA (YK)
DALAM MENCERDASKAN GENERASI BANGSA

SMK Yudya Karya Magelang berdiri pada tanggal 29 Juni 1970, Dalam naungan Yayasan Pendidikan Yudya Dharma Magelang dengan Akta Notaris Moch. Yahya No 19 Tahun 1970 yang kemudian jadi dasar pendirian Sekolah Menengah Kejuruan dengan nama SMK Yudya Karya Magelang.

Adapun Pendiri Yayasan Yudya Dharma Magelang terdiri dari 9 orang yaitu:

1. Abu Sunarko, Kepala STN – II Magelang
2. R. Mustari , Kepala kantor Depnaker Kota Magelang
3. Drs. Hadiwijono, Guru STM Negeri Magelang
4. R. Wahjudi, Guru STN – II Magelang
5. Soedarsono, Guru STN – II Magelang
6. Komisan Poerwosoewito, BA, Kepala STN III Temanggung
7. Sutabari, BSc, Kepala KPAA Magelang
8. Hady Boedianto,BSc, Guru STN – II Magelang
9. Ali Kadir, BA, Anggota DPRD Gotong Royong

Perjalanan waktu 50 tahun sekolah swasta dalam pelayanan pendidikan merupakan kisah panjang perjuangan dalam rangka turut mengisi kemerdekaan dengan membangun dan mencerdaskan anak bangsa. Sebagaimana visi SMK YK yaitu maju terus pantang mundur untuk mendidik anak bangsa, SMK YK mampu menorehkan sejarah sebagai salah satu sekolah swasta tertua, pelopor dan terbesar di Magelang.

Dalam perjalanannya, terkait pendidikan nasional, pasang surut juga dialami oleh SMK Yudya Karya Magelang. Kepala SMK Yudya Karya Magelang Hardiyanto, S.H., S.Pd. mengatakan, ada dua persoalan besar yang dihadapi sekolah untuk bisa bertahan menghadapi semua tantangan yang dihadapinya. Pertama kemampuan untuk menyelaraskan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya baik di skala lokal maupun sampai tingkat global dan kedua tetap menjaga kualitas layanan pembelajaran sesuai dengan era perkembangan dan kemajuan jaman yang dialaminya.

“Tugas kita sebagai sekolah adalah untuk mengelola agar keadaan masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya serta pertahanan dan keamanan tidak mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar yang harus dijalankan. Kalau masalah kemampuan orang tua siswa, itu merupakan kondisi sosial dan perekonomian bangsa kita secara umum yang harus kita hadapi bersama-sama selaku warga bangsa. Hanya saja kita harus tetap menjaga kualitas layanan pendidikan kita, dalam kondisi tantangan seberat apapun.” kata Hardiyanto dalam pengarahannya saat Rapat Pengarahan Guru dan Walikelas, Senin (15/6).

Hardiyanto yang juga salah satu tokoh masyarakat di Magelang Utara ini mengungkapkan, selama situasi krisis terutama dampak pandemi Covid 19 di awal tahun 2020 ini, pihak SMK Yudya Karya telah menyiapkan beragam hal untuk menghadapi situasi yang kurang menentu. Hal ini dilakukan di samping untuk tetap memberikan rasa aman pada semua pihak, juga untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era 4.0 yang sudah berbasis teknologi termasuk penggunaan jaringan internet dan media sosial untuk proses pembelajaran dalam dunia pendidikan.

“Apalagi di masa Penerimaan Siswa Baru seperti sekarang ini. Walaupun kami sudah membuka pendaftaran secara online tetapi karena masih banyak calon siswa dan calon orang tua wali siswa yang datang ke sekolahan untuk urusan pendaftaran maka kami lebih memperketat penjagaan untuk keamanan kesehatan sekolah seperti penyemprotan disinfektan secara rutin, penyediaan banyak bak cuci tangan, posko pengecakan suhu tubuh, juga setiap masuk di lingkungan sekolah wajib memakai masker.” tambah bapak berputri satu yang menjadi pilot di TNI AU ini.

“Terkait proses belajar mengajar, SMK Yudya Karya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Untuk saat ini kami lebih meningkatkan sosialisasinya agar orang tua, siswa, guru, karyawan, dan semua pihak yang terkait bisa memahami bahwa proses pembelajaran tetap ada meski bilamana harus migrasi ke metode daring. Sistem yang kami bangun di Tim Kurikulum sudah dicoba dan digunakan jauh-jauh hari, sehingga saat ini kami membiasakan diri dalam pelaksanaannya. Sebagaimana diketahui SMK Yudya Karya merupakan salah satu sekolah pelopor di Kota Magelang dalam Pembelajaran Berbasis Komputer/ Computer Based Learning semenjak Kurikulum 2013 diberlakukan beberapa tahun yang lalu. SMK Yudya Karya sekolah swasta pertama di Magelang yang sudah mengikuti UNBK waktu itu.” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakasek Bidang Humas Miftakhussurur, S.Ag. mengatakan, 99 persen siswa di SMK Yudya Karya berasal dari kalangan menengah ke bawah dan sangat terdampak dengan situasi perkembangan bangsa saat ini yang sedang menghadapi pandemi Covid 19. Oleh sebab itu, SMK Yudya Karya telah membuat program Tanggap Situasi dalam menghadapi setiap tantangan atau pada setiap keadaan krisis.

Inti Tanggap Situasi yaitu pertama collaboration atau kolabotasi yang dibangun antara guru, siswa dan orang tua sehingga bilamana terpaksanya harus menerapkan pembelajaran daring dapat berjalan dengan maksimal. “Tanpa adanya kolaborasi antara guru dengan orang tua dan siswa maka pembelajaran akan kurang sinergi,” katanya.

Kedua yaitu organization, di mana para guru bekerja secara tim atau individu terencana terorganisir dan sampai sekarang sudah mendesain pembelajaran yang menarik, efektif, dan efisien. Design pembelajaran ini sudah berbasis komputer dan bisa dilakukan secara daring. Selanjutnya semua komponen sekolah juga memiliki forum khusus untuk mendiskusikan bersama kesulitan yang ditemui agar mendapat solusi yang tepat.

Langkah lainnya yaitu voluntary, setiap kegiatan di SMK YK merupakan kegiatan yang berbasis volunterisme dan solidaritas. Dengan pokok kerelawanan tersebut membangkitkan modal sosial yang selama ini dimilikinya seperti jejaring, kedermawanan, gotong-royong, altruisme, dan sebagainya. Contohnya saja, di tahun 2020 ini awalnya hanya 76 persen dari seluruh siswa di SMK Yudya Karya yang memiliki gawai smartphone berbasis android dan akhirnya dengan pendekatan volunterisme dan solidaritas ini sekarang hampir semua siswa mempunyai gadget dan setidaknya bisa terhubung dengan komunikasi online.

“SMK Yudya Karya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan untuk kemajuan bersama. Kami sangat kompak untuk kepentingan umum dan yang berdampak luas terutama di lingkup warga Yudya Karya.” tandas pria lulusan UIN Sunan Kalijaga ini.

Bisa jadi dengan perubahan sistem belajar pembelajaran yang harus dihadapi oleh sekolah-sekolah dan mau tidak mau semuanya harus menghadapinya. Maka langkah sebagaimana yang dipelopori oleh SMK Yudya Karya ini bisa memunculkan model pembelajaran daring yang lebih membumi dan sesuai dengan era 4.0 yang sedang kita hadapi. Sebagaimana semboyan sekolah kejuruan yaitu SMK Bisa, termasuk bisa menghadapi situasi sesulit apapun, termasuk perkembangan era ke depannya.

Selamat Dies Natalis ke 50 untuk SMK Yudya Karya Magelang. Semoga semakin jaya selalu untuk turut mencerdaskan anak bangsa.

Selamat Selamat Selamat.

Magelang, 29 Juni 2020

Yayasan Yudya Dharma
50 Tahun Yudya Karya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *